|
Sosialisasi dan Pelatihan M-KRPL Lampung Barat |
|
|
|
|
Berita
|
|
Oleh Gohan O.M.
|
|
Jumat, 24 Mei 2013 16:08 |
|
Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) adalah suatu model/percontohan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dalam suatu kawasan dan menerapkan prinsip-prinsip RPL dengan menambahkan intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (sekolah, rumah ibadah, dll), lahan terbuka hijau, serta mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil
Pengembangan M-KRPL Kabupaten Lampung Barat Tahun 2013 dilaksanakan di Pekon Suka Jaya dan Pekon Sindar Pagar. Sosialisasi dilakukan dimasing-masing pekon yang diikuti oleh 20 KK dengan pekerjaan mayoritas ibu rumah tangga dan petani. Hadir dalam sosisalisasi ini dari BPTP Lampung Ir. Marsudin Silalahi, M.Si, Ds.Dani Purwadi, Gohan Octora Manurung, SP dan Penyuluh Pertanian.
Setelah itu dilakukan sosialisasi pelaksanaaan M-KRPL dan pembentukan pengurus Kebun Bibit Pekon (KBP). Pelatihan Budidaya tanaman sayuran dan budidaya ternak juga dilakukan. KWT Dahlia dari Pekon Sindang Pagar dan KBD Plamelia Indah dari Pekon Suka jaya sebagai pelaksana kooperator M-KRPL sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini guna mensukseskan program M-KRPL. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Pengkajian Kompetitif Pemanfaatan Limbah Cair Dan Padat Industri Tapioka Untuk Pemupukan Tanaman Jagung dan Pakan Ternak |
|
|
|
|
Berita
|
|
Oleh Robet A.
|
|
Kamis, 23 Mei 2013 03:06 |
|
Kegiatan ini merupakan kegiatan pengkajian kompetitif 2013 tentang Pemanfaatan limbah cair dan padat tapioka untuk pupuk organik pada tanaman jagung serta pakan ternak. Berlimpahnya limbah tapioka cair dan padat di sekitar pabrik Ittara (industri tepung tapioka rakyat) merupakan sumber pupuk dan pakan yang meiliki nilai tinggi.
Jika selama ini limbah tersebut merupakan sumber polusi udara dan air, maka kini limbah tersebut tidak lagi menjadi permasalahan di masyarakat, bahkan menjadi sumber keuangan yang menghasilkan. Pemanfaatan limbah ini juga merupakan teknologi zero waste yang berwawasan lingkungan berbasis ubikayu. Ubikayu yang dijadikan bahan pokok industri mempunyai banyak manfaat baik untuk bahan makanan manusia (tepung tapioka, tepung cassava, onggok, maupun limbah yang dihasilkan digunakan sebagai pupuk cair dan pakan ternak.
Menurut penanggung jawab kegiatan Ir. Robet Asnawi, M.Si, hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa limbah cair industri tapioka memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang cukup tinggi. Sedangkan limbah padat industri tapioka berupa pecahan ubikayu dan kulit mengandung serat kasar, karbohidrat dan protein yang cukup baik untuk digunakan sebagai pakan ternak. Dalam aplikasinya limbah padat industri tapioka dicampur dengan pakan konsentrat diharapkan mampu meningkatkan bobot badan sapi sebesar 1,2 kg/ekor/hari. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Sosialisasi "Upaya Mencapai Swasembada Gula" |
|
|
|
|
Berita
|
|
Oleh Gohan O.M.
|
|
Rabu, 22 Mei 2013 11:04 |
|
Prof. Deciyanto soetopo dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat melakukan seminar dengan tema “upaya mencapai swasembada gula”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 mei 2013 di BPTP lampung diikuti oleh peneliti, penyuluh dan litkayasa. Acara ini dimoderatori oleh Dr. Ir. Bariot Hafif, M.Si.
Produksi dan produktifitas tebu nasional dari tahun 80 an mengalami penurunan sampai sekarang. Tebu tahun 1955 luas tanam 72.426 ha, produktivitas 100,54 ton/ha dan rendemen 11,57 %. Mulai tahun 1980 mulai menurun, sampai pada tahun 2009 luas lahan 422.935 ha dan produktifitas 76,1 ton/ha dan rendemen 7,04 %, (Prof. (Riset). Dr. Deciyanto Soetopo, MS).
Menurut Prof. (Riset). Dr. Deciyanto Soetopo, MS, bahwa Lampung menjadi peringkat ke 8 provinsi penghasil tebu di indonesia. dalam seminar ini disampaikan varietas, teknik budidaya tebu, sistem tanam double row, dan serta pengairan untuk meningkatkan produktivitas tebu. Beliau juga menyarankan supaya BPTP Lampung memiliki kebun induk tanaman Tebu dengan varietas yang sesuai dengan Lihat kondisi proporitas di provinsi Lampung. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Sosialisasi dan Pelatihan M-KRPL Kelurahan Margarejo,Kota Metro |
|
|
|
|
Berita
|
|
Oleh Gohan O.M.
|
|
Selasa, 21 Mei 2013 11:25 |
|
Salah satu tujuan program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) yaitu Meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos.
Salah satu pengembangan M-KRPL Kota Metro Tahun 2013 dilaksanakan di Kelurahan Metro Selatan. Sosialisasi dilakukan di Kelurahan Margarejo, diikuti oleh 20 KK dengan pekerjaan mayoritas ibu rumah tangga . hadir dalam sosisalisasi ini dari BPTP Lampung Dr. Ir. Yulia Pujiharti, M.Si, Danarsi Diptaningsari, SP. M.Si, Rahadian Mawardi, SP, Gohan Octora Manurung, SP. Hadir juga dalam sosialisasi ini dari Badan Ketahanan Pangan Kota Metro dan Penyuluh Pertanian.
Setelah itu dilakukan pelatihan Budidaya tanaman sayuran cabai dan bawang merah yang disampaikan oleh Dr. Ir. Yulia Pujiharti, M.Si. KWT Dasa Wisma sebagai pelaksana kooperator M-KRPL sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini dan mensukseskan program M-KRPL. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Inpara 2 Solusi Peningkatan Produktivitas Padi Rawa di Lampung |
|
|
|
|
Berita
|
|
Oleh Gohan O.M.
|
|
Jumat, 10 Mei 2013 15:16 |
|
Luas lahan rawa di lampung mencapai 162.900 ha terdiri di atas lahan rawa pasang surut (68.900 ha) dan rawa lebak (94.030ha). Produktivitas padi dilahan rawa sekitar 2,9 – 3,5 ton/ha. Rendahnya produktivitas salah satunya di sebabkan belum di terapkannya teknologi tepat guna terutama penggunaan varietas unggul yang cocok dan adaftif untuk lahan rawa oleh petani, (sumber: Fauziah, dkk. 2012).
Oleh karena itu perlu diperkenalkan beberapa varietas unggul padi rawa yang telah di lepas oleh Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi : Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 5, dan beberapa varietas lainnya seperti, Banyuasin, Lambur dan Martapura. Hal ini yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produksi padi di lahan rawa adalah tata air, kesuburan tanah, keracunan dan defisiensi hara. BPTP Lampung melalui Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) memproduksi benih Inpara 2 ini untuk dikembangkan di Provinsi Lampung.
Hasil panen padi Inpra 2 menghasilkan rata-rata hasil 5,9 t/ha di rawa lebak dan 4,82 t/ha di rawa pasang surut. Padi Inpra 2 juga toleran terhadap keracunan Fe dan Al dan memilik tekstur nasi jauh lebih pulen sehingga lebih disukai konsumen. Berikut deskripsi Varietas Unggul Baru Padi Rawa Inpra 2 secara lengkap.
|
Umur
|
128 hari
|
|
Tinggi
|
103 cm
|
|
Anakan Produktif
|
16 batang
|
|
Bentuk gabah
|
Sedang
|
|
Kerontokan
|
Sedang
|
|
Tekstur Nasi
|
Pulen
|
|
Rata-rata Hasil
|
5,9 t/ha di rawa lebak dan 4,82 t/ha di rawa pasang surut
|
|
Ketahanan Terhadap Hama Penyakit cekaman
|
Agak tahan terhadap hama Wereng Coklat Biotipe 2, tahan terhadap penyakit dan penyakit Hawar Daun Bakteri, toleran terhadap keracunan Fe dan Al
|
|
Anjuran Tanam
|
Baik ditanam di daerah rawa lebak dan rawa pasang surut
|
|
Alasan utama dilepas
|
Hasil Tinggi,Toleran Fe dan sesuai untuk daerah yang menyukai rasa nasi pulen
|
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|