Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
phsl
katam
negara
upbs
bankpadi
pustaka111
Varietas

Kalender Kegiatan

Berita
Sosialisasi Penerapan Prototipe Alsintan, BPTP Lampung Kerjasama dengan BBP Mektan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Senin, 14 April 2014 21:34

Penggunaan teknologi sangat signifikan dalam Peningkatan produksi padi, termasuk alat dan mesin pertanian. Mulai dari penanaman sampai panen dan pengolahan hasil pertanian sudah mulai dibuatkan alat/mesin nya untuk mempermudah/meringankan kerja petani demikian disampaiakan Kepala BBP Mektan Dr. Ir. Astu Unadi, M.Eng dalam sambutannya di acara Sosialisasi penerapan Prototipe Alsintan.

Untuk itu pemerintah banyak memberikan bantuan alat dan mesin pertanian ke petani.  Sebagian besar alat dan mesin yang diberikan ke petani merupakan buatan dalam negeri.

Teknologi Jajar legowo sebagai hasil penelitian BB Padi direspon baik oleh BBP Mektan dengan membuat  Indo Jarwo Transplanter, alat penyiang mekanis juga ada power weeder, kemudian untuk pemanenan ada Indo Combine Harvester, ungkap Kepala BBP Mektan.

Ucapan Selamat datang oleh Prof. Dr. Ir. Risfaheri, M.Si kepada peserta dan narasumber Sosialisasi Sosialisasi penerapan Prototipe Alsintan yang di Laksanakan Di Provinsi Lampung pada 14 April 2014.

Oleh karena itu BPTP Lampung bekerjasama dengan BBP Mektan melakukan sosialisasi yang berisikan materi tentang Pengenalan Teknologi Pembibitan Padi Sistem Dapok, alsin Indo Jarwo Transplanter, Power Weeder, Alsin Tanam RIS, Grains Seeder dan Indo Combine yang disampaikan oleh Dr. Abi Prabowo

Materi selanjutnya Pengenalan Teknologi Alsin pemipil Jagung, Perontok Kedelai, penepung jagung, pengering Batch Dryer baik spesifikasi dan Kegunaannya yang disampaikan Dr. Suparlan.

Sosialisasi ini juga akan dilanjutkan dengan praktek yang akan dilakukan besok  di KP Natar.

 
Harus Berizin ; Pemasukan dan Pengeluaran Benih Untuk Penelitian PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Kamis, 10 April 2014 16:12

Keterbatasan ketersediaan varietas unggul benih komersial yang sudah dilepas, lembaga penelitian pemerintah, swasta maupun perorangan cenderung mengimpor langsung calon varietas. Disisi lain pengeluaran materi genetik ke negara lain dengan alasan untuk penelitian, bila tidak terkendali dikhawatirkan akan mengurangi daya saing kita pada skala global. Mengingat sampai saat ini Indonesia belum memiliki Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumberdaya Genetika, maka sumberdaya genetika tanaman bila akan dibawa masuk maupun di bawa keluar wilayah RI untuk tujuan penelitian, hendaknya memenuhi kaedah-kaedah dan kewajaran. Rekomendasinya dikeluarkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) atas nama Menteri Pertanian.

Pemerintah mengatur izin pemasukan dan pengeluaran Sumberdaya Genetika (SDG) melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 37/2011. Mengingat luas dan besarnya manfaat serta dampak dari pemasukan maupun pengeluaran SDG tanaman, Balitbangtan menerbitkan Panduan Permohonan Izin Pemasukan dan Pengeluaran Sumber Daya Genetika Tanaman Untuk Penelitian. Hal ini dimaksudkan sebagai acuan bagi pemohon baik lembaga penelitian pemerintah, swasta maupun perorangan dalam memperoleh izin pemasukan dan pengeluaran SDG tanaman untuk kegiatan penelitian.

Pemohon mengajukan permohonan secara tertulis kepada Kepala Balitbangtan, U.P. Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) dengan mengisi formulir untuk selanjutnya diterima dan diperiksa semua kelengkapan administrasinya dalam jangka waktu 3 (tiga) hari sejak permohonan diterima. Selanjutnya dalam jangka waktu paling lambat 10 hari harus sudah memberikan jawaban permohonan diterima, ditunda atau ditolak. Apabila dalam jangka waktu 10 hari terhitung sejak tanggal penerimaan, belum memberikan jawaban, menerima, menunda atau menolak, maka permohonannya dianggap diterima.

Dalam rangka pelaporan, monitoring dan evaluasi, pemohon harus memberikan laporan pelaksanaan pemasukan/pengeluaran SDG tanaman untuk penelitian kepada Balitbangtan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah benih dikeluarkan/diterima sebagai bahan dokumentasi dan monitoring serta evaluasi. Pemohon diwajibkan menyampaikan laporan akhir kegiatan penelitian selambat-lambatnya 30 hari setelah kegiatan penelitian berakhir.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

LAST_UPDATED2
 
Dukung Pendampingan PSDSK, BPTP Lampung bersinergi dengan Dinas Peternakan Ka. Lamsel PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Senin, 07 April 2014 16:07

Pendampingan Teknologi mendukung PSDSK di Lampung salah satunya dilakukan dengan Dinas Peternakan  Lampung Selatan dan UPTD balai Pembibitan Sapi PO (BPTSPO) Tanjung Sari.

BPTP Lampung dan Kedua instansi tersebut mendukung kegiatan dalam bentuk pelatihan dan Pendampingan di Lapangan (Laboratorium Lapang) tentang teknologi budidaya sapi potong spesifik lokasi dari BPTP Lampung.

Diharapkan juga kegiatan pendampingan juga meliputi kajian sistem perkawinan untuk meningkatkan angka kelahiran pedet pada wilayah wilayah kerja BPTSPO di Kecamatan Tanjung sari.

Calon Lokasi Kegiatan Pendampingan ini akan dilakukan di Desa Wawasan.

sumber : Dr. Akhmad Prabowo

LAST_UPDATED2
 
Simpanan Benih Kedelai Tahan sampai 2 Tahun Daya Tumbuh 85% , Kearifan lokal Desa Rejobinangun PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Jumat, 04 April 2014 16:28

Dalam sistem produksi pertanian baik untuk memenuhi konsumsi sendiri maupun berorientasi komersial diperlukan adanya ketersediaan benih berdaya hasil tinggi dan bermutu baik. Karena benih merupakan infrastruktur yang sangat menentukan untuk tercapainya tingkat produktivitas suatu usahatani. Tanpa menggunakan benih bermutu/berlabel dari varietas unggul, mustahil akan diperoleh produksi dan pendapatan usahatani yang optimal.

Namun hal ini tidaklah mudah karena daya tumbuh benih kedelai cepat menurun sampai kurang dari 80% dalam waktu relatif singkat 2-3 bulan. Sedangkan jarak musim tanam berikutnya relatif lama. Namun bagi petani kedelai di Desa Rejobinangun tidaklah bermasalah, karena dengan kearifan lokalnya dalam penyimpanan benih kedelai dalam galon, atau jerigen, benih dapat tahan sampai dua tahun dengan daya tumbuh tetap tinggi sekitar 85%.

Proses penyimpanan benih dimulai setelah biji kedelai dirontok kemudian dibersihkan dari sisa-sisa kotoran baik tanaman maupun tanah, dipisahkan antara yang baik dengan yang tidak baik, biji kedelai yang baik dipilih satu per satu dijadikan benih.

Benih dijemur berulang-ulang sekitar 7-10 hari dengan alas terpal diatas lantai jemur, hal ini bertujuan agar kadar air benih benar-benar rendah mencapai sekitar 80% dengan tanda apabila benih kedelai digigit akan berbunyi kletik tandanya sudah kering benar. Benih dimasukan kedalam galon atau jerigen yang dalamnya sudah kering betul, kemudian leher galon diberi abu dapur dan ditutup rapat supaya menyerap kelembaban dari benih.

Benih dikeluarkan apabila akan ditanam dilapangan. Jika tutup dibuka maka benih harus dijemur kembali lalu diberi abu dapur, kemudian ditutup rapat untuk menjaga kadar air tetap rendah dan berusaha mensterilkan dari kontaminasi dari benda luar yang dapat menjadi hama atau penyakit terhadap benih-benih yang mereka simpan.

Sistem penyimpanan benih seperti ini dapat menghasilkan daya tumbuh 85% dan dapat tahan sampai dua tahun dengan kondisi cukup baik, hal ini telah dibuktikan bahwa ternyata umur benih yang telah mencapai sekitar dua tahun setelah ditanam dilapangan menunjukkan daya tumbuh masih cukup tinggi sekitar 85% dan pertumbuhan tanaman relatif cukup baik seperti terlihat pada gambar.

Sumber : Muchlas, SE. Peneliti BPTP Lampung

LAST_UPDATED2
 
Tepung Pisang Raja Nangka Disukai Konsumen PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Rabu, 26 Maret 2014 09:55

tepung pisangPisang termasuk buah tropika yang produksinya melimpah saat panen raya  khususnya  di daerah Lampung.  Seperti halnya komoditas hortikultura lainnya, pisang tidak memiliki daya simpan yang lama sedangkan upaya mengolah pisang terbatas pada jenis makanan seperti pisang goreng, kolak dan sale.

Berdasarkan hal tersebut, diperlukan alternatif pengolahan lain yang dapat memberikan nilai tambah yaitu mengolah pisang menjadi tepung pisang. Sebagai produk setengah jadi tepung pisang dapat digunakan sebagai formula kue, substitusi terigu dan makanan bayi

Hasil pengkajian yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung  menunjukkan bahwa dari beberapa jenis pisang yang banyak dibudidayakan di Provinsi Lampung yaitu pisang janten, pisang muli, raja nangka dan kepok manado, pisang raja nangka merupakan pisang yang paling baik untuk diolah menjadi tepung pisang.  Berdasarkan aspek rendemen (20-21%), total kandungan gula (4,985%), preferensi kesukaan konsumen, ketersediaan bahan baku dan dari aspek ekonomi.

Tepung yang dihasilkan dari pisang raja nangka memiliki warna, tekstur dan aroma yang paling disukai oleh konsumen. Berikut Teknik Pembuatan Tepung Pisang. Dari hasil analisis finansial usaha pembuatan tepung pisang raja nangka dapat memberikan nilai tambah > 15 % dengan  B/C ratio 1,40, yang menunjukkan usaha pembuatan tepung pisang layak untuk dikembangkan.

Teknologi pembuatan tepung pisang sederhana, tidak perlu biaya besar, tahan disimpan, mengandung zat gizi yang cukup beragam dan tentunya menguntungkan Produk olahan tidak terbatas pada pembuatan tepung saja tetapi dengan diversifikasi produk olahan lanjutan antara lain roti, cake, kue kering, kue lapis, puding dan makanan bayi.

Dengan teknologi pembuatan tepung pisang membuka peluang bagi masyarakat di wilayah sentra produksi pisang seperti di Provinsi Lampung untuk menambah pendapatannya.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com