Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upbs
bankpadi
pustaka111
Varietas
e-Produk
phsl
negara

Kalender Kegiatan

Berita
Tebar Benih Ikan Saat Resmikan di Kolam KP Natar PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Rabu, 23 April 2014 16:04

Kepala BPTP Lampung Melakukan penebaran benih ikan Nila sebanyak 1500 ekor ke kolam Kebun Percobaan Natar.  Kolam ini telah selesai dibangun dan siap dipergunakan untuk pemeliharan Ikan di Kebun Percobaan Natar.

Kolam ikan ini dibangun di Kebun Percobaan dekat Lahan Rawa sehingga  akan memiliki kesedian air yang cukup sepanjang tahun.

Kepala BPTP Lampung melepas benih secara simbolis yang dihadiri oleh Guru dan Anak TK dari PAUD IT Qurrota A'yun  beserta seluruh karyawan KP Natar.  Dalam acara ini ada banyak anak TK dan Guru-guru dilibatkan untuk menambah kecintaan anak-anak kepada pertanian.

Dengan semakin berkembangnya fasilitas dan kelengkapan di Kebun Percobaan Natar maka akan mendukung Penelitian BPTP Lampung dan Perkembangan Pertanian di Lampung.

LAST_UPDATED2
 
Sosialisasi Penerapan Prototipe Alsintan, BPTP Lampung Kerjasama dengan BBP Mektan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Senin, 14 April 2014 21:34

Penggunaan teknologi sangat signifikan dalam Peningkatan produksi padi, termasuk alat dan mesin pertanian. Mulai dari penanaman sampai panen dan pengolahan hasil pertanian sudah mulai dibuatkan alat/mesin nya untuk mempermudah/meringankan kerja petani demikian disampaiakan Kepala BBP Mektan Dr. Ir. Astu Unadi, M.Eng dalam sambutannya di acara Sosialisasi penerapan Prototipe Alsintan.

Untuk itu pemerintah banyak memberikan bantuan alat dan mesin pertanian ke petani.  Sebagian besar alat dan mesin yang diberikan ke petani merupakan buatan dalam negeri.

Teknologi Jajar legowo sebagai hasil penelitian BB Padi direspon baik oleh BBP Mektan dengan membuat  Indo Jarwo Transplanter, alat penyiang mekanis juga ada power weeder, kemudian untuk pemanenan ada Indo Combine Harvester, ungkap Kepala BBP Mektan.

Ucapan Selamat datang oleh Prof. Dr. Ir. Risfaheri, M.Si kepada peserta dan narasumber Sosialisasi Sosialisasi penerapan Prototipe Alsintan yang di Laksanakan Di Provinsi Lampung pada 14 April 2014.

Oleh karena itu BPTP Lampung bekerjasama dengan BBP Mektan melakukan sosialisasi yang berisikan materi tentang Pengenalan Teknologi Pembibitan Padi Sistem Dapok, alsin Indo Jarwo Transplanter, Power Weeder, Alsin Tanam RIS, Grains Seeder dan Indo Combine yang disampaikan oleh Dr. Abi Prabowo

Materi selanjutnya Pengenalan Teknologi Alsin pemipil Jagung, Perontok Kedelai, penepung jagung, pengering Batch Dryer baik spesifikasi dan Kegunaannya yang disampaikan Dr. Suparlan.

Sosialisasi ini juga akan dilanjutkan dengan praktek yang akan dilakukan besok  di KP Natar.

LAST_UPDATED2
 
Harus Berizin ; Pemasukan dan Pengeluaran Benih Untuk Penelitian PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Kamis, 10 April 2014 16:12

Keterbatasan ketersediaan varietas unggul benih komersial yang sudah dilepas, lembaga penelitian pemerintah, swasta maupun perorangan cenderung mengimpor langsung calon varietas. Disisi lain pengeluaran materi genetik ke negara lain dengan alasan untuk penelitian, bila tidak terkendali dikhawatirkan akan mengurangi daya saing kita pada skala global. Mengingat sampai saat ini Indonesia belum memiliki Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumberdaya Genetika, maka sumberdaya genetika tanaman bila akan dibawa masuk maupun di bawa keluar wilayah RI untuk tujuan penelitian, hendaknya memenuhi kaedah-kaedah dan kewajaran. Rekomendasinya dikeluarkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) atas nama Menteri Pertanian.

Pemerintah mengatur izin pemasukan dan pengeluaran Sumberdaya Genetika (SDG) melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 37/2011. Mengingat luas dan besarnya manfaat serta dampak dari pemasukan maupun pengeluaran SDG tanaman, Balitbangtan menerbitkan Panduan Permohonan Izin Pemasukan dan Pengeluaran Sumber Daya Genetika Tanaman Untuk Penelitian. Hal ini dimaksudkan sebagai acuan bagi pemohon baik lembaga penelitian pemerintah, swasta maupun perorangan dalam memperoleh izin pemasukan dan pengeluaran SDG tanaman untuk kegiatan penelitian.

Pemohon mengajukan permohonan secara tertulis kepada Kepala Balitbangtan, U.P. Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) dengan mengisi formulir untuk selanjutnya diterima dan diperiksa semua kelengkapan administrasinya dalam jangka waktu 3 (tiga) hari sejak permohonan diterima. Selanjutnya dalam jangka waktu paling lambat 10 hari harus sudah memberikan jawaban permohonan diterima, ditunda atau ditolak. Apabila dalam jangka waktu 10 hari terhitung sejak tanggal penerimaan, belum memberikan jawaban, menerima, menunda atau menolak, maka permohonannya dianggap diterima.

Dalam rangka pelaporan, monitoring dan evaluasi, pemohon harus memberikan laporan pelaksanaan pemasukan/pengeluaran SDG tanaman untuk penelitian kepada Balitbangtan paling lambat 7 (tujuh) hari setelah benih dikeluarkan/diterima sebagai bahan dokumentasi dan monitoring serta evaluasi. Pemohon diwajibkan menyampaikan laporan akhir kegiatan penelitian selambat-lambatnya 30 hari setelah kegiatan penelitian berakhir.

Sumber : Badan Litbang Pertanian

LAST_UPDATED2
 
Dukung Pendampingan PSDSK, BPTP Lampung bersinergi dengan Dinas Peternakan Ka. Lamsel PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Senin, 07 April 2014 16:07

Pendampingan Teknologi mendukung PSDSK di Lampung salah satunya dilakukan dengan Dinas Peternakan  Lampung Selatan dan UPTD balai Pembibitan Sapi PO (BPTSPO) Tanjung Sari.

BPTP Lampung dan Kedua instansi tersebut mendukung kegiatan dalam bentuk pelatihan dan Pendampingan di Lapangan (Laboratorium Lapang) tentang teknologi budidaya sapi potong spesifik lokasi dari BPTP Lampung.

Diharapkan juga kegiatan pendampingan juga meliputi kajian sistem perkawinan untuk meningkatkan angka kelahiran pedet pada wilayah wilayah kerja BPTSPO di Kecamatan Tanjung sari.

Calon Lokasi Kegiatan Pendampingan ini akan dilakukan di Desa Wawasan.

sumber : Dr. Akhmad Prabowo

LAST_UPDATED2
 
Simpanan Benih Kedelai Tahan sampai 2 Tahun Daya Tumbuh 85% , Kearifan lokal Desa Rejobinangun PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Jumat, 04 April 2014 16:28

Dalam sistem produksi pertanian baik untuk memenuhi konsumsi sendiri maupun berorientasi komersial diperlukan adanya ketersediaan benih berdaya hasil tinggi dan bermutu baik. Karena benih merupakan infrastruktur yang sangat menentukan untuk tercapainya tingkat produktivitas suatu usahatani. Tanpa menggunakan benih bermutu/berlabel dari varietas unggul, mustahil akan diperoleh produksi dan pendapatan usahatani yang optimal.

Namun hal ini tidaklah mudah karena daya tumbuh benih kedelai cepat menurun sampai kurang dari 80% dalam waktu relatif singkat 2-3 bulan. Sedangkan jarak musim tanam berikutnya relatif lama. Namun bagi petani kedelai di Desa Rejobinangun tidaklah bermasalah, karena dengan kearifan lokalnya dalam penyimpanan benih kedelai dalam galon, atau jerigen, benih dapat tahan sampai dua tahun dengan daya tumbuh tetap tinggi sekitar 85%.

Proses penyimpanan benih dimulai setelah biji kedelai dirontok kemudian dibersihkan dari sisa-sisa kotoran baik tanaman maupun tanah, dipisahkan antara yang baik dengan yang tidak baik, biji kedelai yang baik dipilih satu per satu dijadikan benih.

Benih dijemur berulang-ulang sekitar 7-10 hari dengan alas terpal diatas lantai jemur, hal ini bertujuan agar kadar air benih benar-benar rendah mencapai sekitar 80% dengan tanda apabila benih kedelai digigit akan berbunyi kletik tandanya sudah kering benar. Benih dimasukan kedalam galon atau jerigen yang dalamnya sudah kering betul, kemudian leher galon diberi abu dapur dan ditutup rapat supaya menyerap kelembaban dari benih.

Benih dikeluarkan apabila akan ditanam dilapangan. Jika tutup dibuka maka benih harus dijemur kembali lalu diberi abu dapur, kemudian ditutup rapat untuk menjaga kadar air tetap rendah dan berusaha mensterilkan dari kontaminasi dari benda luar yang dapat menjadi hama atau penyakit terhadap benih-benih yang mereka simpan.

Sistem penyimpanan benih seperti ini dapat menghasilkan daya tumbuh 85% dan dapat tahan sampai dua tahun dengan kondisi cukup baik, hal ini telah dibuktikan bahwa ternyata umur benih yang telah mencapai sekitar dua tahun setelah ditanam dilapangan menunjukkan daya tumbuh masih cukup tinggi sekitar 85% dan pertumbuhan tanaman relatif cukup baik seperti terlihat pada gambar.

Sumber : Muchlas, SE. Peneliti BPTP Lampung

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com