Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
e-Produk
pustaka111
bankpadi
upbs
Varietas
negara
phsl

Kalender Kegiatan

Berita
Sukseskan M-KRPL 2013, BPTP Lampung Gelar Workshop Perencanaan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Rabu, 19 Desember 2012 23:12

Balai Pengakajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung menyelenggarakan Workshop Perencanaan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) Tahun 2013 di Provinsi Lampung.  Acara diikuti oleh BKP prov Lampung, Dinas Pertanian Prov. Lampung ,serta BKP, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, dan Dinas terkait dari seluruh kabupaten/kota di provinsi lampung di Aula BPTP Lampung kemaren (18/12).

M-KRPL merupakan program Kementerian Pertanian dalam penyediaan pangan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi keluarga dengan indikator nilai PPH masyarakat dan pendapatan keluarga.  Pada tahun 2012 pemerintah menetapkan target PPH sebesar 93,3%.

Kepala BPTP Lampung Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, MP mengatakan, kegiatan M-KRPL (BPTP Lampung) yang dapat disinergikan dengan kegiatan penganekaragaman konsumsi pangan (Badan Ketahan Pangan (BKP) Provinsi Lampung) diantaranya adalah optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan yang merupakan bagian dari kegiatan P2KP, pengembangan pangan pokok lokal dan analisa konsumsi pangan di wilayah P2KP yang diindikasikan dengan pola pangan harapan (PPH).

Tahun 2013, Kegiatan M-KRPL (BPTP Lampung) akan disinergikan dengan kegiatan penganekaragaman konsumsi pangan (BKP Provinsi Lampung) di 14 kabupaten/kota. kegiatan M-KRPL juga bersinergi dengan stakeholders lainnya seperti SIKIB, Biro Pemberdayaan Perempuan Provinsi Lampung, dan PP Salimah (Organisasi Muslimah).

Perwakilan Kepala BKP Prov. Lampung menyampaikan bahwa dalam rangka pengembangan konsumsi pangan pokok lokal, di Provinsi Lampung telah diproduksi beras tiwul  yang populer dengan nama “Beras Siger”.

Produksi dilakukan oleh kelompok wanita tani di dua lokasi yaitu di Perumahan Pinang Jaya, Kec, Kemiling Kota Bandar Lampung dan Desa Pancasila Kec. Natar Lampung Selatan.

Harga beras siger ini akan diupayakan stabil dengan bantuan peralatan dari anggaran BKP Provinsi Lampung dengan sasaran masyarakat menengah ke atas dan penderita diabetes atau konsumsi pasien di rumah sakit, ujar beliau.

Kendala dalam pelaksanaan M-KRPL di lapangan adalah gangguan ayam.  Teknologi pemeliharaan ternak unggas intensif/semi berbasis perkarangan diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sehingga menjadikan ternak ayam unggas bukan sebagai pengganggu kegiatan M-KRPL tetapi sebagai sumber pendapatan dan sumber gizi keluarga.

Koordinator M-KRPL Provinsi Lampung Ir. Alvi Yani, M.Si mengatakan kedepan koordinasi  di tingkat kabupaten melalui korwil M-KRPL di masing-masing kabupaten/kota akan lebih ditingkatkan untuk mensukseskan M-KRPL pada tahun mendatang.

 

LAST_UPDATED2
 
Staf Khusus Mentan Dan Pimpinan Banggar DPR RI Mengunjungi M-KRPL Kampung Untoro PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Fauziah Y.A.   
Minggu, 16 Desember 2012 13:39

Kunjungan Staf Khusus Mentan dan Agota DPR  ke Lokasi M-KRPL LamtengSehubungan dengan diselenggarakannya sarasehan PPNSI di Lampung Tengah pada hari Sabtu tanggal 8 Desember 2012, staf khusus Menteri Pertanian bidang Efisiensi Pembangunan Pertanian Dr. Hasim DEA dan Anggota komisi IV DPR RI yang juga pimpinan badan anggaran DPR RI Drs. Tamsil Linrung berkesempatan mengunjungi  Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) di Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah. Kunjungan tersebut disambut antusiasme warga, khususnya kaum ibu. Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah merupakan salah satu lokasi M-KRPL yang dibina oleh BPTP Lampung.

Mengusung konsep pertanian organik di lahan pekarangan sangat luas di pedesaan, M-KRPL Kampung Untoro ini dikembangkan berbagai tanaman sayuran yang bernilai jual tinggi dan mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi lingkungan kampung untoro dengan beberapa model budidaya yaitu vertikultur, pot model gantung, polybag dan bedengan. Selain itu juga menggabungkan budidaya ikan dan sayuran dalam upaya menghemat air terutama di musim kemarau.

Keberhasilan warga Kampung Untoro, khususnya warga dusun 3 yang tergabung dalam kelompoktani Sekar Mewangi dalam mengelola lahan pekarangan tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Untuk tetap mempertahankan konsep lestari dan berkelanjutan, KBD membuat aturan dalam rangka pengembangan usaha antara lain jumlah kontribusi anggota untuk mendapatkan bibit/benih dari KBD. mengembangkannya, dana diperoleh dari swadaya warga.

Staf khusus Mentan dan pimpinan badan anggaran DPR RI meninjau Kebun Bibit Desa (KBD) yang berfungsi sebagai pusat pembibitan dan perbenihan tanaman sayuran. Staf khusus Mentan sangat mengapresiasi semua yang telah dilakukan warga dalam mengembangkan M-KRPL khususnya dalam menciptakan kawasan pertanian organik yang selain meningkatkan gizi dan kesehatan keluarga juga mampu menambah pendapatan keluarga melalui pemasaran sayuran organik dan mampu berkelanjutan, mengingat pada saat dikunjungi warga telah melakukan pertanaman 3 (tiga) kali dan mampu mempertahankan pertanaman walau kemarau panjang dengan memanfaatkan kolam ikan lele sebagai sumber air dan pemilihan jenis sayuran yang tahan kekeringan (tidak membutuhkan air terlalu banyak). Kedepan Staf khusus Mentan mengharapkan kondisi ini tetap dipertahankan walaupun sudah tidak ada pembinaan dan mampu dikembangkan di daerah lain.

LAST_UPDATED2
 
Workshop Evaluasi M-KRPL Provinsi Lampung 2012 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Jumat, 07 Desember 2012 19:01

Pencapaian PPH (Pola Pangan Harapan) di 2014 harus mencapai 93,3 dimana pada 2010 baru mencapai 86,4. Untuk mencapainya melalui program RPL (Rumah Pangan Lestari) dalam satu kawasan misalnya dusun/desa yang disebut KRPL.  Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan program Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi  keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari, dengan indikator nilai PPH masyarakat dan pendapatan keluarga.

BPTP Lampung melakukan Workshop evaluasi kegiatan M-KRPL Provinsi Lampung Tahun 2012. Dalam sambutannya Kepala BPTP Lampung (Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, MP) mengatakan, tahun 2012 lokasi M-KRPL tersebar pada 10 Kabupaten/Kota, yaitu Pringsewu, Metro, Bandar Lampung, Lampung Tengah, Pesawaran, Tulang Bawang Barat, Lampung Utara, Tanggamus, dan Lampung Timur. Untuk  tahun 2013 akan dikembangkan di 14 kabupaten/kota.  “Tahun depan merupakan tugas berat, tetapi dengan pengalaman yang ada pasti akan bisa tercapai” ujar beliau.

Koordinator M-KRPL Provinsi Lampung (Ir. Alvi yani, M.Si) mengatakan Keberhasilan MKRPL pada tahun 2012 terlihat dari berkembangnya rumah tangga atau responden.  Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dapat mengurangi pengeluaran konsumsi rumah tangga dengan kisaran Rp. 2.500,- sampai Rp. 12.000,- per hari.

Dalam acara Workshop ini diterima beberapa masukan dan kendala yang dihadapi dari 10 kabupaen Kota pelaksana M-KRPL. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan MKRPL adalah ketersediaan air, pemeliharaan ternak yang belum dikandangkan, pemasaran yang belum stabil dan keterbatasan tenaga kerja keluarga terutama pada musim tanam dan panen serta keterbatasan waktu untuk mengelola tanaman karena sebagian responden bekerja sebagai buruh, pedagang, dan pegawai khususnya di daerah perkotaan

Dukungan Pemda menjadi sangat penting dalam pengembangan program M-KRPL. Beberapa kabupaten/kota yang sudah mendapat dukungan pemda adalah Kota Bandar Lampung berupa bantuan bibit buah-buahan, Kabupaten Tulang Bawang Barat berupa peningkatan keterampilan SDM (mengikuti pelatihan), Kabupaten Lampung Tengah berupa bibit ikan, dan Kota Metro berupa bantuan benih sayuran. Untuk keberlanjutan kawasan RPL diperlukan dukungan instansi terkait (Pemda) berupa pembuatan sumur bor/pompa air, selang air,  bantuan alat penepung singkong, chopper untuk pembuatan kompos, dan alat prosesing gadung.

dalam kesempatann ini juga diberikan materi yang untuk mengatasi masalah yang dihadapi di lapangan. Teknologi pembuatan pestisida nabati dengan bahan baku yang ada disekitar rumah, sebaiknya diterapkan petani/responden dalam penanggulangan hama dan penyakit tanaman di pekarangan untuk menunjang produksi sayuran organik. Begitu juga, Teknologi budidaya hemat air, seperti panen air hujan (kolam, embung, irigasi tetes, irigasi resapan dan bahan penampung air lainnya, penggunaan spon yang diletakkan sebagai dasar media tanam) untuk penanggulan kekurangan air di musim kemarau.

 
Ekspose kegiatan MKRPL di Desa Bagelan Kabupaten Pesawaran PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Selasa, 27 November 2012 16:03

Ekspose MKRPL PesawaranEkspose kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) dilakukan di Desa Bagelan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. dalam acara ini dilakukan peninjauan langsung ke lokasi MKRPL oleh Perwakilan Dinas Pertanian Pesawaran, Perwakilan BKP Kabupaten Pesawaran, Koordinator MKRPL Provinsi Lampung (Dra. Alvi Yani, M.Si), dan seluruh koordinator MKRPL di Kabupaten/kota se Provinsi Lampung.

Perwakilan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran mengatakan solusi untuk meningkatkan pph warga Kabupaten Pesawaran melalui diversifikasi pangan lokal di pekarangan.  MKRPL adalah suatu model rumah pangan yang dibangun dalam suatu kawasan (RT/RW, Dusun, Desa, Kecamatan, dst.) dengan perinsip pemanfaatan lahan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dalam mengurangi belanja rumah tangga atau peningkatan pendapatan yang pada akhirnya meningkatkan kesejateraan melalui partisipasi masyarakat.

Setelah meninjau langsung lokasi MKRPL, dilakukan lomba Diversifikasi pangan hasil dari tanaman MKRPL antara KBD Melati 1 dan KBD Melati 2. Petani kooperator telah diberikan pelatihan sebelumnya tentang pengolahan makanan dari hasil MKRPL.  Beberapa produk olahan yang dibuat yaitu Kue Bolu Lumpur, Getuk Pare, Kue Cantik Manis, Bugis Manis, Combrok, Tumpeng Jagung, Moci Ubi, Nata Pepaya, Singkong Pelangi, Mata Sapi Casava dan Nasi Goreng Pisang.  Menurut Koordinator MKRPL Kabupaten Pesawaran (Ir. Ratna Wilis, MTA) bahwa MKRPL bertujuan untuk memenuhi Pangan dan gizi keluarga, dengaan diversifikasi pangan dari hasil MKRPL diharapkan gizi anak dan keluarga akan meningkat.  Pada kesempatan ini juga diberikan hadiah dan penghargaan kepada 10 koperator MKRPL terbaik, hal ini dilakukan untuk memotivasi kooperator MKRPL di Kabupaten Pesawaran. Tampil sebagai pemenang lomba diversifikasi pangan berbahan dari hasil MKRPL yairu KBD Melati 2.

LAST_UPDATED2
 
Lada Natar 1 capai 4 ton per hektar PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Senin, 05 November 2012 09:37

Varietas Lada Natar-1Untuk daerah Lampung sebaiknya menggunakan varietas lada spesifik lokasi Lampung antara lain adalah varietas lada Natar 1. Varietas lada Natar 1 ini merupakan hasil seleksi varietas Belantung dari  Lampung.  Varietas lada Natar 1 telah diketahui mempunyai beberapa keunggulan antara lain : mempunyai adaptasi terhadap cekaman air sedang, cekaman terhadap terhadap kelebihan air sedang, toleran terhadap hama penggerek batang dan penyakit BPB, dan mempunyai potensi produksi lada hitam sampai 4 ton per hektar. BPTP Lampung telah mengembangkan varietas Lada Natar 1. BPTP Lampung telah mengembangkan pembibitan dan Visitor plot Lada Natar-1 di Kebun Percobaan Natar di Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com