Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upbs
Varietas
negara
phsl
katam
e-Produk
pustaka111

Kalender Kegiatan

Berita
Kebun Percobaan Fundamental Mengelola Pertanian PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Selasa, 10 Desember 2013 18:55

Lampung - Hal yang paling fundamental dalam mengelola pertanian yaitu Kebun Percobaan, dan Sumberdaya manusia.   Maka yang harus dilakukan BPTP Lampung yaitu memakai kebun percobaan untuk:  1). Penelitian 2). Perbenihan  3). Pemanfaatan untuk bisnis yang dikerjakan koperasi.    Hal ini disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian pertanian Dr. Ir. Haryono, MSc  dalam arahannya saat melakukan kunjungan ke BPTP Lampung ( 10/10/2013).

Kepala Badan memandang bahwa Letak Provinsi Lampung sangat strategis. Jarak  yang dekat Jakarta sangat menguntungkan Provinsi Lampung karena sebagai sumber pangan dan benih pertanian untuk memenuhi kebutuhan Jakarta.   Semua provinsi harus jadi lumbung pangan, dimana  khusus  Lampung  memiliki spesifikasi berupa  lahan kering, lahan rawa dan lahan irigasi.

Tren Pertanian dunia kearah perbenihan, mekanisasi dan konservasi.   Arah kedepan Pertanian Modern yaitu 1). Biosience, 2). Penciptaan Inovasi dan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim,  3). Pengunaan teknologi informasi komputer, ujar beliau.

Kepala Badan juga mengucapkan selamat kepada Kepala BPTP Lampung Prof. Dr. Ir. Risfaheri, M.Si yang baru bertugas di BPTP Lampung selama 3 bulan supaya mengembangkan BPTP Lampung  untuk lebih baik dan semakin maju.   Kepala badan meminta BPTP Lampung  untuk terus memberdayakan kebun percobaan untuk pembangunan pertanian.

LAST_UPDATED2
 
Inpara 2 Untuk Peningkatan Produktivitas Padi Rawa di Lampung PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Senin, 09 Desember 2013 21:36

Luas lahan rawa di lampung mencapai 162.900 ha  terdiri di atas lahan rawa pasang  surut (68.900 ha) dan rawa lebak (94.030ha). Produktivitas padi dilahan rawa sekitar 2,9 – 3,5 ton/ha.
Rendahnya produktivitas salah satunya di sebabkan belum di terapkannya teknologi tepat guna terutama penggunaan varietas unggul yang cocok dan adaftif untuk lahan rawa oleh petani, (sumber: Fauziah, dkk. 2012).

Oleh karena itu perlu diperkenalkan beberapa varietas unggul padi rawa yang telah di lepas oleh Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi : Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 5, dan beberapa varietas lainnya seperti, Banyuasin, Lambur dan Martapura.  Hal ini yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produksi padi di lahan rawa adalah tata air, kesuburan tanah, keracunan dan defisiensi hara.  Hasil panen padi Inpra 2 menghasilkan rata-rata hasil  5,9 t/ha di rawa lebak dan  4,82 t/ha di rawa pasang surut. Padi Inpra 2 juga toleran terhadap keracunan Fe dan Al dan memilik tekstur nasi  jauh lebih pulen sehingga lebih disukai konsumen.  Berikut deskripsi Varietas Unggul Baru Padi Rawa  Inpra 2 secara lengkap.

Umur

128 hari

Tinggi

103 cm

Anakan Produktif

16 batang

Bentuk gabah

Sedang

Kerontokan

Sedang

Tekstur Nasi

Pulen

Rata-rata Hasil

5,9 t/ha di rawa lebak dan 4,82 t/ha di rawa pasang surut

Ketahanan Terhadap Hama Penyakit cekaman

Agak tahan terhadap hama Wereng Coklat Biotipe 2, tahan terhadap penyakit dan penyakit Hawar Daun Bakteri, toleran terhadap keracunan Fe dan Al

Anjuran Tanam

Baik ditanam di daerah rawa lebak dan rawa pasang surut

Alasan utama dilepas

Hasil Tinggi,Toleran Fe dan sesuai untuk daerah yang menyukai rasa nasi pulen



Luas lahan rawa di lampung mencapai 162.900 ha terdiri di atas lahan rawa pasang surut (68.900 ha) dan rawa lebak (94.030ha). Produktivitas padi dilahan rawa sekitar 2,9 – 3,5 ton/ha.
Rendahnya produktivitas salah satunya di sebabkan belum di terapkannya teknologi tepat guna
terutama penggunaan varietas unggul yang cocok dan adaftif untuk lahan rawa oleh petani, (sumber: Fauziah, dkk. 2012).

Oleh karena itu perlu diperkenalkan beberapa varietas unggul padi rawa yang telah di lepas oleh Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi : Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 5, dan beberapa varietas lainnya seperti, Banyuasin, Lambur dan Martapura. Hal ini yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produksi padi di lahan rawa adalah tata air, kesuburan tanah, keracunan dan defisiensi hara. Hasil panen padi Inpra 2 menghasilkan rata-rata hasil 5,9 t/ha di rawa lebak dan 4,82 t/ha di rawa pasang surut. Padi Inpra 2 juga toleran terhadap keracunan Fe dan Al dan memilik tekstur nasi jauh lebih pulen sehingga lebih disukai konsumen. Berikut deskripsi Varietas Unggul Baru Padi Rawa Inpra 2 secara lengkap.

Umur

128 hari

Tinggi

103 cm

Anakan Produktif

16 batang

Bentuk gabah

Sedang

Kerontokan

Sedang

Tekstur Nasi

Pulen

Rata-rata Hasil

5,9 t/ha di rawa lebak dan 4,82 t/ha di rawa pasang surut

Ketahanan Terhadap Hama Penyakit cekaman

Agak tahan terhadap hama Wereng Coklat Biotipe 2, tahan terhadap penyakit dan penyakit Hawar Daun Bakteri, toleran terhadap keracunan Fe dan Al

Anjuran Tanam

Baik ditanam di daerah rawa lebak dan rawa pasang surut

Alasan utama dilepas

Hasil Tinggi,Toleran Fe dan sesuai untuk daerah yang menyukai rasa nasi pulen



Luas lahan rawa di lampung mencapai 162.900 ha  terdiri di atas lahan rawa pasang  surut (68.900 ha) dan rawa lebak (94.030ha). Produktivitas padi dilahan rawa sekitar 2,9 – 3,5 ton/ha.
Rendahnya produktivitas salah satunya di sebabkan belum di terapkannya teknologi tepat guna
terutama penggunaan varietas unggul yang cocok dan adaftif untuk lahan rawa oleh petani, (sumber: Fauziah, dkk. 2012).

Oleh karena itu perlu diperkenalkan beberapa varietas unggul padi rawa yang telah di lepas oleh Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi : Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 5, dan beberapa varietas lainnya seperti, Banyuasin, Lambur dan Martapura.  Hal ini yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produksi padi di lahan rawa adalah tata air, kesuburan tanah, keracunan dan defisiensi hara.  Hasil panen padi Inpra 2 menghasilkan rata-rata hasil  5,9 t/ha di rawa lebak dan  4,82 t/ha di rawa pasang surut. Padi Inpra 2 juga toleran terhadap keracunan Fe dan Al dan memilik tekstur nasi  jauh lebih pulen sehingga lebih disukai konsumen.  Berikut deskripsi Varietas Unggul Baru Padi Rawa  Inpra 2 secara lengkap.

Umur

128 hari

Tinggi

103 cm

Anakan Produktif

16 batang

Bentuk gabah

Sedang

Kerontokan

Sedang

Tekstur Nasi

Pulen

Rata-rata Hasil

5,9 t/ha di rawa lebak dan 4,82 t/ha di rawa pasang surut

Ketahanan Terhadap Hama Penyakit cekaman

Agak tahan terhadap hama Wereng Coklat Biotipe 2, tahan terhadap penyakit dan penyakit Hawar Daun Bakteri, toleran terhadap keracunan Fe dan Al

Anjuran Tanam

Baik ditanam di daerah rawa lebak dan rawa pasang surut

Alasan utama dilepas

Hasil Tinggi,Toleran Fe dan sesuai untuk daerah yang menyukai rasa nasi pulen



LAST_UPDATED2
 
Padi Varietas Inpari 9 ELO PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Senin, 18 November 2013 14:26

INPARI 9 ELO termasuk padi sawah ber-umur genjah ± 125 hari, bertipe tanaman tegak, tinggi 113 ± 8 cm. varietas ini mempunyai bentuk gabah panjang dan ramping, warna gabah kuning bersih, dengan bobot gabah 22,8 g/1000 butir, jumlah anakan produktif 18 ± 3 anakan / rumpun.

Keunggulan varietas ini mempunyai tekstur nasi pulen, kandungan amilosa 20,46 % rata-rata produksi 6,41 ton GKP/ha, cocok ditanam di lahan irigasi dengan ketinggian 600 m dpl. Agak tahan penyakit HDB ras III dan tungro inokulum No. 073. 031, 013.

Potensi pengembangan dan komersial tinggi, volume beras yang di perdagangkan tinggi karena diminati oleh petani, pedagang beras, maupun konsumen.

LAST_UPDATED2
 
Pelatihan Pestisida Nabati dan Kompos Dukung Pengembangan M-KRPL Kab. Tanggamus PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Senin, 11 November 2013 04:18

Tanggamus- Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) salah satu tujuannya adalah meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, toga, pemeliharaan ternak dan ikan, pengolahan hasil, pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos.

Oleh karena itu pelatihan-pelatihan budidaya  sangat diperlukan dalam program M-KRPL. Tim  MKRPL  Kab. Tanggamus  mengadakan pelatihan pembuatan pestisida nabati di 2 lokasi M-KRPL pada 7-8 November 2013. Pelatihan ini diikuti oleh koperator MKRPL Kota  sebanyak 25 kk dari Desa Purwodadi   dan 25 kk dari kelurahan Campang.

Dalam pelatihan ini sebagai narasumber Danarsi Reny Debora Tambunan, S.Pt, M.Sc. dan Gohan Octora Manurung, SP  menyampaikan materi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman sayuran dipekarangan dan pembuatan pestisida nabati, serta pembuatan kompos.

M-KRPL mengusung konsep pertanian organik di lahan pekarangan sehingga Pelatihan ini berkonsep organik. Pestisida nabati yang dipraktekan berupa Nisela 866 yaitu Daun Nimba 8 bagian, Serai wangi 8 bagian dan laos 8 bagian dan pestisida nabati dari daun Sirsak.

Kompos dibuat dari kulit biji kopi yang banyak tersedia di sekitarnya dengan menggunakan starter promi.  Melalui pembinaan dan pelatihan ini diharapkan MKRPL di Kab. Tanggamus semakin maju dan berkembang.

LAST_UPDATED2
 
Inpari 13, Varietas Padi Berumur Genjah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Jumat, 01 November 2013 14:14

varietas inpari 13 genjahKehadiran varietas unggul baru menjadi kebutuhan petani di saat anomali iklim.  hadir Produk Litbang Pertanian varietas padi Inbrida Padi Irigasi (Inpari) 13.  Keuntungannya yairu Padi Inpari 13 berumur sangat genjah, dipanen umur 103 hari sehingga sangat cocok untuk daerah yang agak kekurangan air.

Inpari 13 potensial hasil tinggi 8,0 t GKP/ha, beradaptasi pada ekosistem sawah dan lahan tadah hujan, pada dataran rendah sampai 600 m dpl.  ciri fisik  varietas ini berbatang tegak, tinggi tanaman 101 cm, jumlah anakan produktif 17 batang rumpun.

keunggulan lain yaitu tingkat kerontokan gabah sedang, tekstur nasi pulen dengan kandungan amilosa 22,40 % tahan penyakit blas dan wereng coklat.

Kehadiran varietas padi inbrida potensial ini dapat digunakan sebagai padi berumur genjah dan produktivitasnya tinggi.  Berpotensial dikembangkan oleh industry benih dalam rangka mensukseskan program surplus 10 juta ton beras.

BPTP Lampung melalui UPBS BPTP Lampung menyediakan benih sumber untuk varietas ini di Provinsi Lampung.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com